Apa Itu Support dan Resistance?
Support adalah level harga di mana tekanan beli cukup kuat untuk menghentikan penurunan harga dan memantulkannya ke atas. Resistance adalah kebalikannya — level di mana tekanan jual menghentikan kenaikan harga.
Kedua level ini terbentuk karena memori pasar — banyak trader mengingat harga-harga penting ini dan bereaksi ketika harga kembali ke level tersebut.
Cara Menggambar Support dan Resistance
- Gunakan timeframe H4 atau Daily untuk S/R yang paling signifikan
- Identifikasi titik swing high (puncak) dan swing low (lembah) yang jelas
- Gambar garis horizontal di level tersebut
- Level yang sudah diuji 3+ kali lebih kuat dari yang baru diuji 1-2 kali
- Level round number ($1.0800, $2.300, $1.1000) sering menjadi S/R psikologis
Cara Trading dengan Support dan Resistance
Strategi Bounce (Pantulan)
- BUY saat harga mendekati support, dengan SL di bawah support
- SELL saat harga mendekati resistance, dengan SL di atas resistance
- Target profit di S/R berikutnya
Strategi Breakout (Tembus)
- Saat harga menembus resistance dengan candle kuat → BUY
- Saat harga menembus support ke bawah → SELL
- Tunggu retest (harga kembali ke level yang ditembus) sebagai konfirmasi
Perbedaan Support/Resistance Kuat vs Lemah
- Kuat: Diuji berkali-kali, level psikologis bulat, terlihat di timeframe besar
- Lemah: Baru diuji 1-2 kali, hanya terlihat di timeframe kecil
Kesalahan Umum dalam Menggambar S/R
- Terlalu banyak garis sehingga chart terlihat berantakan
- Menggambar berdasarkan body candle, bukan sumbu/wick
- Tidak memperbarui S/R setelah level ditembus