Apa Itu Intermarket Analysis?
Intermarket analysis adalah pendekatan trading yang mempelajari hubungan antara berbagai pasar keuangan — forex, saham, komoditas (emas, minyak), dan obligasi — untuk membangun gambaran yang lebih lengkap tentang ke mana pasar akan bergerak. Dikembangkan oleh John Murphy, pendekatan ini memberikan “peta besar” yang tidak bisa dilihat hanya dari satu pasar saja.
4 Korelasi Utama Intermarket
1. Dollar (DXY) vs Emas (XAU/USD)
- Korelasi negatif kuat: Dollar naik → Emas cenderung turun
- Dollar turun → Emas cenderung naik
- Logika: Emas dihargai dalam Dollar. Saat Dollar kuat, butuh lebih sedikit Dollar untuk beli emas yang sama → harga emas turun.
2. Dollar (DXY) vs Pasar Saham (S&P 500)
- Hubungan kompleks: Di normal market, korelasi sering negatif (Dollar kuat = saham turun)
- Tapi saat krisis, keduanya bisa naik bersamaan (flight to safety ke Dollar)
3. Saham (Risk-On) vs Yen (Safe Haven)
- S&P 500 naik → Risk-on → Yen melemah → USD/JPY naik
- S&P 500 turun → Risk-off → Yen menguat → USD/JPY turun
- Ini adalah korelasi paling konsisten dan bisa ditradingkan
4. Obligasi (Bond Yield) vs Dollar
- US Treasury yield naik → Dollar cenderung menguat
- Investor asing membeli obligasi AS → butuh Dollar → permintaan Dollar naik
- Monitor US 10-Year Treasury Yield sebagai indikator Dollar jangka panjang
Cara Menggunakan Intermarket Analysis dalam Trading
Contoh Praktis: Trading EUR/USD
- Cek DXY (Dollar Index) — jika DXY dalam tren turun, bias SELL USD = BUY EUR/USD
- Cek US Bond Yield — jika yield turun, Dollar cenderung melemah = konfirmasi BUY EUR/USD
- Cek S&P 500 — jika saham naik (risk-on), Dollar mungkin melemah = konfirmasi tambahan
- Konfirmasi dengan teknikal EUR/USD → entry
Cara Memonitor Semua Pasar Sekaligus
- TradingView: Buat layout dengan EUR/USD, DXY, XAU/USD, dan S&P 500 bersamaan
- Investing.com: Market Overview menampilkan semua pasar utama
- MT4: Tambahkan indeks S&P500, Gold, DXY di Market Watch
Keterbatasan Intermarket Analysis
- Korelasi bisa berubah — hubungan yang berlaku di satu era mungkin tidak di era lain
- Tidak memberikan sinyal entry yang spesifik — hanya konteks dan bias
- Lebih efektif untuk swing dan position trading, kurang untuk scalping