Wyckoff Phases: Peta Jalan dari Akumulasi ke Distribusi
Richard Wyckoff membagi siklus pasar menjadi fase-fase yang bisa diidentifikasi. Memahami fase ini memberikan konteks yang kuat untuk setiap trade — Anda tahu apakah Anda berada di awal, tengah, atau akhir siklus pergerakan.
5 Fase Wyckoff dalam Detail
Phase A: Stopping the Previous Trend
- Tren lama mulai berhenti — volume meningkat tapi harga tidak lagi turun
- Preliminary Support (PS): Pembelian pertama yang signifikan
- Selling Climax (SC): Volume sangat tinggi, harga turun dramatis lalu rebound
- Automatic Rally (AR): Bounce setelah SC
- Secondary Test (ST): Harga kembali test low SC dengan volume lebih rendah
Phase B: Building the Cause
- Konsolidasi panjang — pasar “membangun” energi untuk gerakan besar
- Harga bergerak dalam range antara SC low dan AR high
- Volume menurun → ini adalah “tidurnya” pasar
Phase C: The Spring/Shakeout
- False breakdown: Harga sesaat menembus support range lalu berbalik kuat
- Ini adalah “Spring” — jebakan untuk trader bearish
- Ini adalah titik entry terbaik untuk posisi long
Phase D: Trend Begins
- Harga keluar dari range dengan conviction (volume tinggi)
- Last Point of Support (LPS): Pullback terakhir sebelum markup
- Bisa menambah posisi long di LPS
Phase E: The Markup
- Tren naik penuh berjalan
- Pullback dangkal, recovery cepat
- Hold posisi dengan trailing stop
Cara Mengidentifikasi Spring (Entry Terbaik)
- Identifikasi range akumulasi (Phase B) yang sudah terbentuk beberapa minggu/bulan
- Tunggu harga menembus batas bawah range
- Perhatikan: Apakah volume menurun saat breakdown? (tanda false break)
- Apakah ada recovery cepat kembali ke dalam range?
- Jika ya → ini adalah Spring → BUY