Cara Trading Forex dengan Intermarket Analysis — Hubungan Antar Aset 2026

1 menit baca

Intermarket Analysis: Melihat Forex dari Perspektif Lebih Luas

Forex tidak bergerak di ruang hampa. Pergerakan mata uang sangat dipengaruhi oleh aset lain — obligasi, saham, emas, dan komoditas. Trader yang memahami hubungan antar pasar (intermarket relationships) memiliki keunggulan analitis yang signifikan karena bisa “membaca” sinyal dari pasar lain sebelum muncul di forex.

4 Hubungan Intermarket Paling Penting

1. Obligasi AS (Treasury Yield) dan USD

  • Yield naik → USD menguat → EUR/USD turun, USD/JPY naik
  • Yield turun → USD melemah → EUR/USD naik, emas naik
  • Monitor: US 10-Year Treasury Yield di TradingView (simbol: US10Y)

2. Saham AS (S&P 500) dan Risk Currency

  • S&P 500 naik (risk-on) → AUD, NZD, CAD menguat
  • S&P 500 turun (risk-off) → JPY, CHF menguat; AUD, NZD melemah
  • Monitor: SPX500 atau US500 di broker Anda

3. Minyak dan CAD

  • WTI naik → CAD menguat → USD/CAD turun
  • Hubungan ini sangat konsisten karena Kanada adalah eksportir besar

4. Emas dan USD

  • Emas naik → USD biasanya melemah (korelasi negatif)
  • Emas sebagai safe haven bersaing dengan JPY dan CHF

Cara Menggunakan Intermarket Analysis dalam Trading

  1. Sebelum entry, cek aset yang berkorelasi
  2. Jika EUR/USD memberi sinyal BUY tapi Treasury Yield sedang naik — pertimbangkan ulang
  3. Jika AUD/USD memberi BUY signal DAN S&P 500 sedang trending up — konfirmasi lebih kuat
  4. Gunakan sebagai filter bukan sebagai trigger tunggal

Tools Gratis untuk Intermarket Analysis

  • TradingView: Buka multiple chart berdampingan, bandingkan pergerakan
  • Investing.com: Section “Bonds” dan “Commodities” untuk data terkait
  • FRED (Federal Reserve Economic Data): Data ekonomi makro yang sangat lengkap

Peringatan Risiko: Trading CFD dan Forex mengandung risiko kerugian yang tinggi. Data diverifikasi dari situs resmi broker (April 2026). Halaman ini mengandung tautan afiliasi.