Apa Itu Supply dan Demand Zone?
Supply and Demand zone adalah area harga di mana ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual terjadi secara signifikan. Supply zone adalah area di mana penjual sangat mendominasi (harga cenderung turun dari sini). Demand zone adalah area di mana pembeli sangat mendominasi (harga cenderung naik dari sini).
Perbedaan S&D Zone vs Support/Resistance Biasa
- Support/Resistance: Level harga tunggal berdasarkan historical price action
- S&D Zone: Area (range harga), bukan titik tunggal; terbentuk dari ketidakseimbangan order besar yang masuk ke pasar
Cara Mengenali Supply Zone
Supply zone terbentuk di area di mana harga sebelumnya turun dengan sangat kuat (impulsive move down):
- Harga berkonsolidasi (ranging) → tiba-tiba turun dengan candle besar → area konsolidasi tersebut menjadi Supply Zone
- Pola yang sering: Rally-Base-Drop (RBD) atau Drop-Base-Drop (DBD)
Cara Mengenali Demand Zone
Demand zone terbentuk di area di mana harga sebelumnya naik dengan sangat kuat:
- Harga berkonsolidasi → tiba-tiba naik kuat → area konsolidasi menjadi Demand Zone
- Pola yang sering: Drop-Base-Rally (DBR) atau Rally-Base-Rally (RBR)
Cara Trading dengan S&D Zone
- Identifikasi zona pada timeframe H4 atau Daily (lebih reliabel)
- Saat harga kembali mendekati Supply Zone dari bawah → persiapkan SELL
- Saat harga kembali mendekati Demand Zone dari atas → persiapkan BUY
- Konfirmasi dengan candlestick pattern (pin bar, engulfing) saat harga menyentuh zona
- SL: Di luar zona (beberapa pip), TP: Zona S&D berikutnya
Tingkat Keberhasilan S&D Zone
- Fresh zone (belum pernah ditest) lebih kuat dari zona yang sudah beberapa kali ditest
- Zone yang lebih lama terbentuk masih valid asalkan belum pernah ditembus
- Kombinasikan dengan volume dan market structure untuk konfirmasi tambahan