SuperTrend: Trailing Stop dan Tren Dalam Satu Indikator
SuperTrend adalah indikator yang menampilkan garis di atas atau di bawah harga, menunjukkan arah tren sekaligus berfungsi sebagai trailing stop dinamis. Dikembangkan oleh Oliver Seban, SuperTrend menggabungkan ATR (volatilitas) dengan Average Price untuk menciptakan level support/resistance adaptif.
Cara Kerja SuperTrend
- Saat SuperTrend hijau (di bawah harga): Tren naik aktif → bias BUY
- Saat SuperTrend merah (di atas harga): Tren turun aktif → bias SELL
- Saat warna berganti: Sinyal pembalikan tren
Formula SuperTrend
- SuperTrend = Average Price ± (Multiplier × ATR)
- Parameter default: Period = 7, Multiplier = 3
- ATR tinggi = SuperTrend lebih jauh dari harga (lebih loose)
- ATR rendah = SuperTrend lebih dekat ke harga (lebih tight)
4 Strategi Trading dengan SuperTrend
Strategi 1: SuperTrend Crossover
- Harga menembus SuperTrend dari bawah ke atas (warna jadi hijau) → BUY
- Harga menembus dari atas ke bawah (warna jadi merah) → SELL
- SL: Di level SuperTrend saat entry
- TP: Trailing mengikuti SuperTrend sampai ganti warna
Strategi 2: SuperTrend sebagai Dynamic Support/Resistance
- Dalam uptrend (hijau), harga pullback ke level SuperTrend → BUY opportunity
- Cocok dikombinasikan dengan RSI oversold di level SuperTrend
Strategi 3: Dual SuperTrend Filter
- SuperTrend di D1 untuk bias tren besar
- SuperTrend di H4 untuk timing entry
- Entry hanya saat kedua SuperTrend menunjukkan arah yang sama
SuperTrend di MT4 Mobile
- SuperTrend tidak built-in di MT4 — perlu download dari MQL4.com
- Di TradingView: Tersedia built-in, cukup ketik “SuperTrend” di Indicators
- Setting yang direkomendasikan untuk forex: (7, 3.0) atau (10, 3.0) di H4