Apa Itu Margin Call?
Margin Call terjadi ketika ekuitas akun Anda turun ke level tertentu yang ditentukan broker (biasanya 100% dari margin yang digunakan). Ini adalah peringatan dari broker bahwa modal Anda hampir habis dan Anda perlu menambah dana atau menutup posisi.
Apa Itu Stop Out?
Stop Out adalah titik di mana broker secara otomatis menutup posisi trading Anda karena ekuitas sudah di bawah level minimum (biasanya 50% dari margin). Stop Out adalah “peluru terakhir” broker untuk mencegah saldo akun Anda masuk ke negatif.
Level Margin Call dan Stop Out per Broker
- HFM: Margin Call 100%, Stop Out 50%
- XM: Margin Call 100%, Stop Out 50%
- Exness: Stop Out 0% (Exness menggunakan zero balance protection)
- IC Markets: Margin Call 100%, Stop Out 50%
Cara Menghitung Risiko Margin Call
Formula: Free Margin = Equity – Used Margin
- Contoh: Saldo $1.000, buka 0.1 lot EUR/USD (margin $100), equity $950 karena floating loss $50
- Used margin: $100
- Free margin: $950 – $100 = $850
- Margin level: $950 / $100 × 100% = 950% (masih sangat aman)
5 Cara Menghindari Margin Call
- Jangan overtrade — Jangan buka terlalu banyak posisi dengan lot besar sekaligus
- Selalu pasang Stop Loss — SL membatasi kerugian sebelum reach margin call
- Gunakan leverage rendah — Leverage tinggi membutuhkan margin lebih besar
- Sisakan free margin yang cukup — Pastikan margin level selalu di atas 200-300%
- Jangan average down tanpa plan — Menambah posisi yang rugi = cara cepat margin call
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mendekati Margin Call?
- Tutup sebagian posisi yang rugi untuk melepas margin
- Kurangi ukuran lot posisi yang ada
- Deposit tambahan modal jika memang ada setup yang valid
- Jangan panik dan membuka posisi baru — ini akan memperburuk situasi
Negative Balance Protection
Broker terpercaya seperti HFM, XM, dan Exness menawarkan negative balance protection — saldo Anda tidak akan pernah turun di bawah nol. Ini melindungi Anda dari kerugian melebihi deposit.